Batik Kuansing Masuk Tiga Besar Penilaian PPD, Siap Bersaing Tingkat Nasional

    Batik Kuansing Masuk Tiga Besar Penilaian PPD, Siap Bersaing Tingkat Nasional
    Kadis Kopdagrin Kuansing Drs Azhar MM saat menghadiri penilaian PPD di Pekanbaru

    Kuansing, Riau - Batik Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, masuk tiga besar dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD), yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Bappeda Litbang Tahun 2022. Dalam penilaian PPD tersebut, Batik Kuansing menjadi salah satu nominasi, untuk mewakili Riau ditingkat nasional, disamping Kabupaten Inhil dan Rohul. 

    Hal tersebut diakui Kepala Bappeda Litbang Kuansing, Ir. H. Maisir, kalau Batik Kuansing masuk tiga besar dalam Penilaian PPD tahun 2022. "Ada empat Aspek dan kriteria dalam penilaian verifikasi dan wawancara, yaitu Aspek Pencapaian Pembangunan, Aspek Kualitas Dokumen RKPD, Aspek Proses Penyusunan Dokumen RKPD dan Aspek Inovasi, " ujarnya.

    Untuk Aspek Inovasi, Kuansing mangajukan Pengembangan Batik sebagai salah satu inovasi yang sedang dikembangkan, " ujarnya.

    Sementara Kadis Kopdagrin Kuansing, Drs. Azhar MM CPM mengatakan pada sesi wawancara oleh Tim Penilai Independen (TPI), dengan Inovasi Batik mampu dan layak menjadi yang terbaik, pada penilaian PPD Provinsi Riau Tahun 2022. 

    " Ada beberapa alasan kenapa Inovasi Batik Kuansing ditampilkan pada PPD, karena usaha Batik ini pada awalnya belum ada sama sekali. Namun semenjak Tahun 2016, kelompok Batik mulai tumbuh dengan jumlah KUB sebanyak 3 KUB dengan tenaga pembatik sebanyak 6 orang, " ujarnya.

    Selanjutnya, Dalam dua tahun terakhir kelompok Batik Kuansing tumbuh dan berkembang dengan pesat, sehingga pada Desember 2021, KUB Batik berjumlah 22 Kelompok dengan 214 tenaga pembatik. "Target kita dalam tiga tahun ke depan, jumlah tenaga pembatik menjadi 1000 orang, " katanya.

    Dirinya menilai, dengan usaha Batik mampu menambah income (pendapatan) masyarakat, yang pada akhirnya meningkat kesejahteraan masyarakat. "Saat ini pendapatan tenaga pembatik, mencapai rata rata Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan, " jelasnya.

    Dihadapan Tim Penilai, Azhar, menjelaskan kenapa Batik Kuansing bisa tumbuh dan berkembang dengan pesat, karena Kabupaten Kuansing memiliki banyak budaya yang sangat kuat, yang bisa dituangkan menjadi motif batik. 

    " Inilah yang menjadi kebanggaan sangat besar bagi masyarakat Kuansing, terhadap budaya yang dimilikinya, dan Pemkab Kuansing juga mendukung penuh usaha perkembangan batik. Sehingga mengeluarkan kebijakan, dengan membuat Peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Edaran (SE), dan menghimbau para ASN untuk memakai Batik Kuansing, "katanya.

    Dengan beberapa alasan itulah, Azhar sangat yakin Batik Kuansing mampu bersaing dengan Batik Batik dari daerah lainnya, termasuk batik dari daerah Jawa. " Kita berharap Batik Kuansing, akan menjadi Tuan Rumah di Provinsi Riau, " ujar Azhar yang pernah meraih penghargaan, sebagai Pembina terbaik Batik Daerah Riau 2021.

    Hal tersebut juga disampaikan Ketua Asosiasi Batik Kuansing, Surmayati kepada Tim Penilai, dari segi pemasaran, saat ini permintaan Batik Kuansing tidak hanya di Provinsi Riau saja, tetapi juga Provinsi lain seperti Kepulauan Riau dan Kalimantan.

    " Bahkan saat ini permintaan batik di KUB Batik Nagori, sudah Inden sebanyak 4.000 lembar, " tukasnya. (Replizar)***

    Kuansing Riau
    REPLIZAR

    REPLIZAR

    Artikel Sebelumnya

    Musrenbang Pucuk Rantau, Suhardiman Siapkan...

    Artikel Berikutnya

    Kajari Ingatkan Agar Korupsi Dapat Diberantas...

    Berita terkait